NABI MUHAMMAD ‎ﷺ ‏

🕋. MUHAMMAD ﷺ


Muhammad (bahasa Arab: محمد‎; lahir di Mekkah, 570 meninggal di Madinah, 8 Juni 632) adalah seorang nabi dan rasul terakhir bagi umat Muslim.Muhammad memulai penyebaran ajaran Islam untuk seluruh umat manusia dan mewariskan pemerintahan tunggal Islam. Muhammad sama-sama menegakkan ajaran tauhid untuk mengesakan Allah sebagaimana yang dibawa nabi dan rasul sebelumnya.

🌐 Nama dan Gelar

🔹Syahidan (Saksi)
🔹Mubasysyiran (Pemberi Kabar Gembira)
🔹Nadzir (Pemberi Peringatan)
🔹Da'i (Penyeru kepada Allah)
Shalallahu alaihi wa Salam
🔹Muhammad
🔹Ahmad
🔹Al Mahi
🔹Al 'Aqib
🔹Al Hasyir
🔹Al Muqaffi
🔹Nabiyyur Rahmah
🔹Nabiyyut Taubah
🔹Khataman Nabiyyin
🔹Abdullah

Juga hadits Abu Musa Al 'Asy-ari,
"Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam memberitahukepada kami nama-nama beliau. Beliau bersabda:
'Aku Muhammad, Ahmad, AlI Muqaffi, Al Hasyir,Nabiyyur Rahmah, Nabiyyut Taubah" (HR. Muslim 2355).

Hadits Jabir bin Math'am,
"Aku memiliki beberapa nama: Muhammad,Ahmad, AI Mahi (penghapus) karena denganku Allah
menghapus kekufuran, Al Hasyir karena manusia dikumpulkan di atas telapak kakiku, dan AI 'Aqib" (HR.
Bukhari 4896, Muslim 2354)

Muhammad (محمد; diucapkan [mʊħɑmmæd]  adalah bentuk isim maf‘ul (kata sifat pelaku pasif) dari kata حمَّد "banyak memuji", yang merupakan bentuk penegasan dari akar kata tiga hurufnya ح-م-د ḥ-m-d yang lawan katanya adalah ذم "mencela", sehingga muhammad berarti "yang banyak dipuji".Selain itu, dalam salah satu ayat Al-Qur'an,Muhammad dipanggil dengan nama "Ahmad" (أحمد), yang dalam bahasa Arab juga berarti "terpuji".

Sebelum masa kenabian, Muhammad mendapatkan dua gelar dari suku Quraisy (suku terbesar di Mekkah yang juga suku dari Muhammad) yaitu Al-Amiin yang artinya "orang yang dapat dipercaya" dan As-Saadiq yang artinya "yang benar". Setelah masa kenabian para sahabatnya memanggilnya dengan gelar Rasul Allāh (رسول الله), kemudian menambahkan kalimat Shalallaahu 'Alayhi Wasallam (صلى الله عليه و سلم, yang berarti "semoga Allah memberi kebahagiaan dan keselamatan kepadanya"; sering disingkat "S.A.W" atau "SAW") setelah namanya.

Muhammad juga mendapatkan julukan Abu al-Qasim yang berarti "bapak Qasim", karena Muhammad pernah memiliki anak lelaki yang bernama Qasim, tetapi ia meninggal dunia sebelum mencapai usia dewasa.

Para ulama sepakat bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam lahir pada hari Senin.

Dari Abu Qatadah Al-Anshari radhiyallahu 'anhu,Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah ditanya mengenai puasa pada hari Senin, lantas beliau menjawab,
"Hari tersebut adalah hari aku dilahirkan, hari aku diutus
atau diturunkannya wahyu untukku." (HR. Muslim, no.
162)

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam lahir di kota Mekkah.Adapun tempat kelahirannya di Mekkah, ada yang
mengatakan di sebuah rumah yang ada di Syi'ib Bani Hasyim. Ada yang mengatakan di sebuah rumah
dekat Shafa. Selain itu, orang yang bertindak sebagai bidannya adalah ibunda 'Abdurrahman bin 'Auf
radhiyallahu 'anhu wa 'anha.
Pendapat yang benar adalah Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dilahirkan di bulan Rabi'ul
Awwal. Adapun tanggal lahirnya, para ulama berbeda pendapat. Ada yang mengatakan tanggal 2, tanggal
8, tanggal 9, tanggal 10, tanggal 12, tanggal 17, atau tanggal 22 Rabi'ul Awwal.Adapun tahun kelahiran beliau adalah di tahun Gajah,
yaitu tahun 571 Miladiyah.

Mengenal Umur, Tempat Lahir,
Dan Hijrah Beliau Umur beliau adalah 63 tahun. Beliau lahir di Mekkah dan tinggal di negeri tersebut selama
53 tahun. Kemudian beliau hijrah ke Madinah dan tinggal di Madinah selama 10 tahun. Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam meninggaldi Madinah pada bulan Rabi'ul Awwal tahun 11 hijriyah.

🕋.NASAB NABI MUHAMMAD:

Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muththalib (nama aslinya, Syaibah) bin Hasyim (nama aslinya, Amr) bin Abdu Manaf (nama aslinya, al-Mughirah) bin Qushay (nama aslinya, Zaid) bin Kilab bin Murrah bin Ka'ab bin Luay bin Ghalib bin Fihr (dialah yang dijuluki sebagai Quraisy yang kemudian suku ini dinisbatkan
kepadanya) bin Malik bin an-Nadhar (nama aslinya, Qais) bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah (nama aslinya, Amir) bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma'ad bin Adnan.

Silsilah Muhammad dari kedua orang tuanya kembali ke Kilab bin Murrah bin Ka'b bin Lu'ay bin Ghalib bin Fihr (Quraish) bin Malik bin an-Nadr (Qais) bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah (Amir) bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma`ad bin Adnan.Silsilah sampai Adnan disepakati oleh para ulama, sedangkan setelah Adnan terjadi perbedaan pendapat.Adnan secara umum diyakini adalah keturunan dari Ismail bin Ibrahim, yang selanjutnya adalah keturunan Sam bin Nuh.

Walaupun demikian, terdapat sejarawan yang menyusun silsilah yang lebih jauh lagi. Muhammad bin Ishak bin Yasar al-Madani, di salah satu riwayatnya menyebutkan silsilah hingga Adam. 

Silsilah tersebut adalah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Mutthalib bin Hasyim bin Abdul Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luay bin Ghalib bin Fihr (Quraisy) bin Malik bin Nadhr bin Kinanah bin Khuzayma bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma'ad bin Adnan bin Udad bin al-Muqawwam bin Nahur bin Tayrah bin Ya'rub bin Yasyjub bin Nabit bin Ismail bin Ibrahim bin Tarih (Azar)bin Nahur bin Saru’ bin Ra’u bin Falikh bin Aybir bin Syalikh
bin Arfakhsyad bin Sam bin Nuh bin Lamikh bin Mutusyalikh bin Akhnukh bin Yarda bin Mahlil bin Qinan bin Yanish bin Syits bin Adam.

🌐 Mengenal Putra dan Putri
Rasulullah

Imam an-Nawawi rahimahullah berkata,"Rasulullah memiliki tiga orang putra; yang pertama Qasim, namanya menjadi kunyah Rasulullah (Abul Qashim).Qashim dilahirkan
sebelum kenabian dan wafat saat berusia 2 tahun.Yang kedua Abdullah, disebut juga ath-Thayyib atau ath-Tahir karena lahir setelah
kenabian.Putra yang ketiga adalah lbrahim,dilahirkan di Madinah tahun 8 H dan wafat saat berusia 17 atau 18 bulan.Adapun putrinya berjumlah 4 orang; Zainab yang menikah dengan Abu al-Ash bin al-Rabi"',
keponakan Rasululah dari jalur Khadijah,kemudian Fatimah menikah dengan Ali bin Abi Thalib, lalu Ruqayyah dan Ummu Qultsum
menikah dengan Utsman bin Affan.

🕋.KELAHIRAN RASULULLAH SAW

Nabi Muhammad dilahirkan oleh ibu yang bernama Aminah. Ayah Nabi Muhammad bernama Abdullah. Nabi Muhammad lahir di Makkah pada hari Senin, 12 Rabiul Awal tahun Gajah, pada tahun 571 kalender Romawi (1450 tahun yang lalu). 

Para ulama dan penulis sirah sepakat bahwa hari kelahiran Muhammad jatuh pada bulan Rabiul Awal.Muhammad lahir di Mekkah, kota bagian selatan Jazirah Arab, sekitar tahun 570, berdekatan dengan Tahun Gajah yang merupakan tahun kegagalan penyerangan Mekkah oleh pasukan bergajah di bawah pimpinan Abrahah.Pendapat paling mashyur merujuk tanggal 12 Rabiul Awal sebagai hari kelahiran Muhammad. Berdasarkan teks hadis, Muhammad menyebut hari Senin sebagai hari kelahirannya.

“Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam pernah ditanya mengenai puasa pada hari Senin, lantas beliau menjawab, hari Senin adalah hari aku dilahirkan,”

Penulis sirah Sulaiman Al-Manshurfuri dan ahli astronomi Mahmud Basya dalam penelitiannya melacak hari Senin yang dimaksud bertepatan dengan tanggal 9 Rabiul Awal.

Muhammad berasal dari salah satu klan suku Quraisy yakni Bani Hasyim yang mewarisi silsilah terhormat di Mekkah, meskipun tak terpandang karena kekayaannya.
Ayahnya, Abdullah meninggal saat Muhammad masih dalam kandungan, enam bulan sebelum kelahiran.Muhammad bayi dibawa tinggal bersama keluarga dusun di pedalaman, mengikuti tradisi perkotaan kala itu untuk memperkuat fisik dan menghindarkan anak dari penyakit perkotaan.Ia diasuh dan disusui oleh Halimah binti Abi Dhuayb di kampung Bani Saad selama dua tahun.Setelah itu, Muhammad kecil dikembalikan untuk diasuh kepada budak Ummu Aiman. 

Pada usia ke-6, Muhammad kehilangan ibunya, Aminah karena sakit.Selama dua tahun berikutnya, kebutuhan Muhammad ditanggung dan dicukupi oleh kakeknya dari keluarga ayah, 'Abd al-Muththalib. Ketika berusia delapan tahun, kakeknya meninggal dan Muhammad berikutnya diasuh oleh pamannya Abu Thalib yang tampil sebagai pemuka Bani Hasyim sepeninggal Abdul Muththalib.

Setelah yatim piatu, Muhammad dibesarkan di bawah asuhan kakeknya Abdul Muthalib sampai berusia 8 tahun, kemudian Muhammad diasuh oleh pamannya Abu Thalib selama hampir 40 tahun.

Kelahiran sang Baginda bertepatan dengan peristiwa tentara bergajah menyerang Kakbah atau Amul Fiil pada tahun 571 kalender Romawi

Tahun tersebut juga disebut sebagai Tahun Gajah yakni tahun ketika pasukan gajah di bawah pimpinan Abrahah Habasyah tengah menyerang Ka’bah.

Allah SWT pun menghentikan aksi mereka dengan segalkebesaranNya. Burung ababil pun datang menjatuh batu-batu untuk mendatangkan wabah penyakit.

Kisah kelahiran Nabi Muhammad ini ada di dalam Surah Al Fil yang memiliki arti Tahun Gajah. Rasulullah lahir di masa ini dan dibesarkan sebagai anak yatim karena ayahnya, Abdullah telah meninggal dunia sebelum usianya genap 3 Tahun. Semasa kecilnya, akhirnya dibesarkan oleh kakeknya, Abdul Muthalib.

Pada saat Nabi lahir, seorang ibu bernama Halimah Sa’diyah dengan ikhlas mau menyusui Muhammad meski ASI-nya sulit keluar. Namun karena Keikhlasan Halimah pun diberi balasan oleh Allah SWT, karena setelah itu air ASI-nya keluar dengan deras.

🌐 Masa Kecil Nabi Muhammad

Nabi Muhammad dilahirkan dalam keadaan yatim di rumah Abu Talib. Semasa kecilnya, Rasulullah tumbuh dan menjalani kehidupannya seperti pada anak pada umumnya. Adanya tradisi Quraisy pada zaman dahulu, pada hari kedelapan belas membuat ibunya harus menyembunyikannya di pedalaman.

Tradisi Quraisy tersebut membuat Nabi Muhammad tidak bisa merasakan kasih sayang ibunya sampai berumur 8 sampai 10 tahun. Hal ini justru membuatnya berada di bawah asuhan Halimah binti Sa’diyah selama tiga tahun. Rasulullah menjadi anak yang tanggap, bersikap baik dan cerdas pada masanya.

🌐 Masa Remaja Nabi Muhammad

Pada masa Remaja, Nabi Muhammad terjaga dari perbuatan merugikan kawan sekitarnya. Sampai suatu ketika, Nabi pun bercerita ketika dua kali duduk saat mendengarkan pesta perkawinan di zaman Jahiliyah.Allah justru menutup telinganya sampai tertidur dan terbangun esoknya. “Setelah itu, aku tidak pernah lagi berniat mengikuti perbuatan buruk.” (HR Thabrani).

Muhammad yang menginjak usia 20 tahun di Mekah yang bertepatan peristiwa Harbul Fijar antara Kabilah Quraisy melawan Qais dan Aylan.

🌐 Nabi Muhammad Menjelang Dewasa

Menjelang usia Nabi Muhammad yang dewasa, membuatnya semakin menekuni dunia bisnis. Nabi pun berdagang dengan kawan terbaiknya yakni Saib bin Abi Saib.Barulah pada saat berusia 25 tahun, Rasulullah menjalin kerja sama bisnis bersama wanita kaya raya yakni Siti Khadijah.

Perkenalan Muhammad dengan Khadijah memang berawal dari dunia perniagaan. Perempuan ini biasa membiayai kafilah perdagangan Mekkah ke Suriah untuk nanti membagi keuntungan bersama mitranya. Hal ini menjadi alasan bagi mereka berdua dalam melakukan perjalanan dagang tersebut.

Buku Sejarah Hidup Nabi Muhammad SAW menceritakan berbagai tanda kerasulan yang sudah terjadi sejak beliau masih anak-anak, serta perjalanan hidupnya yang begitu banyak rintangan.

Muhammad terkadang mengasingkan diri ke gua sebuah bukit hingga bermalam-malam untuk merenung dan berdoa. Diriwayatkan dalam usia ke-40, Muhammad didatangi Malaikat Jibril dan menerima wahyu pertama dari Allah.Tiga tahun setelah wahyu pertama, Muhammad mulai berdakwah secara terbuka,menyatakan keesaan Allah dalam bentuk penyerahan diri melalui Islam sebagai agama yang benar dan meninggalkan sesembahan selain Allah. Muhammad menerima wahyu berangsur-angsur hingga kematiannya.Praktik atau amalan Muhammad diriwayatkan dalam hadis, dirujuk oleh umat Islam sebagai sumber hukum Islam bersama Al-Quran.

Muhammad bersama pengikut awal mendapati berbagai bentuk perlawanan dan penyiksaan dari beberapa suku Mekkah. Seiring penganiayaan yang terus berlanjut, Muhammad membenarkan beberapa pengikutnya hijrah ke Habsyah, sebelum Muhammad memulai misi hijrah ke Madinah pada tahun 622. Peristiwa hijrah menandai awal penanggalan Kalender Hijriah dalam Islam. Di Madinah, Muhammad menyatukan suku-suku di bawah Piagam Madinah. 

Setelah delapan tahun bertahan atas serangan suku-suku Mekkah, Muhammad mengumpulkan 10.000 Muslim untuk mengepung Mekkah. Serangan tidak mendapat perlawanan berarti dan Muhammad berhasil mengambil alih kota dengan sedikit Pertumpahan darah. Ia menghancurkan berhala-berhala. Pada tahun 632, beberapa bulan setelah kembali ke Madinah usai menjalani Haji Wada, Muhammad jatuh sakit dan hingga akhirnya wafat. Muhammad meninggalkan Semenanjung Arab yang telah bersatu dalam pemerintahan tunggal Islam dan sebagian besar telah menerima Islam.

🌐 Pernikahan Nabi Muhammad dan Khadijah

Ketika Muhammad mencapai usia remaja dan berkembang menjadi seorang yang dewasa, ia mulai mempelajari ilmu bela diri dan memanah, begitupula dengan ilmu untuk menambah keterampilannya dalam berdagang. Perdagangan menjadi hal yang umum dilakukan dan dianggap sebagai salah satu pendapatan yang stabil. Muhammad sering menemani pamannya berdagang ke arah Utara dan kabar tentang kejujuran dan sifatnya yang dapat dipercaya menyebar luas dengan cepat, membuatnya banyak dipercaya sebagai agen penjual perantara barang dagangan penduduk Mekkah.

Salah seseorang yang mendengar tentang kabar adanya anak muda yang bersifat jujur dan dapat dipercaya dalam berdagang dengan adalah seorang janda yang bernama Khadijah. Ia adalah seseorang yang memiliki status tinggi di kalangan suku Arab. Sebagai seorang pedagang, ia juga sering mengirim barang dagangan ke berbagai pelosok daerah di tanah Arab. 

Reputasi Muhammad membuat Khadijah memercayakannya untuk mengatur barang dagangan Khadijah, Muhammad dijanjikan olehnya akan dibayar dua kali lipat dan Khadijah sangat terkesan ketika sekembalinya Muhammad membawakan hasil berdagang yang lebih dari biasanya.

Seiring waktu akhirnya Muhammad menikah dengan Khadijah, mereka menikah pada saat Muhammad berusia 25 tahun. Saat itu Khadijah telah berusia mendekati umur 40 tahun. Perbedaan umur yang jauh dan status janda yang dimiliki oleh Khadijah tidak menjadi halangan bagi mereka, walaupun pada saat itu suku Quraisy memiliki budaya yang lebih menekankan kepada perkawinan dengan seorang gadis ketimbang janda. Meskipun kekayaan mereka semakin bertambah, Muhammad tetap hidup sebagai orang yang sederhana, ia lebih memilih untuk menggunakan hartanya untuk hal-hal yang lebih penting.

Ketika Muhammad berumur 35 tahun, ia ikut bersama kaum Quraisy dalam perbaikan Ka'bah. Pada saat pemimpin-pemimpin suku Quraisy berdebat tentang siapa yang berhak meletakkan Hajar Aswad, Muhammad dapat menyelesaikan masalah tersebut dan memberikan penyelesaian adil. Saat itu ia dikenal di kalangan suku-suku Arab karena sifat-sifatnya yang terpuji. Kaumnya sangat mencintainya, hingga akhirnya ia memperoleh gelar Al-Amin yang artinya "orang yang dapat dipercaya".

🌐 Nabi Muhammad Mendapatkan Wahyu Pertama

Sebelum menjadi Rasul, Nabi Muhammad sudah mendapatkan beberapa karunia istimewa dari Allah seperti wajahnya terlihat bersinar dan bersih.Hal ini nyatanya menjadi pertanda kebesaran Allah yang menandakan akan datangnya nabi terakhir dengan kedudukan tertinggi sampai akhir zaman.

Gua Hira tempat pertama kali Muhammad memperoleh wahyu.

Muhammad dilahirkan di tengah-tengah masyarakat terbelakang yang senang dengan kekerasan dan pertempuran dan menjelang usianya yang ke-40, ia sering menyendiri ke Gua Hira' sebuah gua bukit sekitar 6 km sebelah timur kota Mekkah, yang kemudian dikenali sebagai Jabal An Nur.Iabisaberhari-hari bertafakur (merenung) dan mencari ketenangan dan sikapnya itu dianggap sangat bertentangan dengan kebudayaan Arab pada zaman tersebut yang senang bergerombol. Dari sini, ia sering berpikir dengan mendalam, dan memohon kepada Allah supaya memusnahkan kekafiran dan kebodohan.

Muhammad pertama kali diangkat menjadi rasul pada malam hari tanggal 17 Ramadhan/ 6 Agustus 611 M,

Diriwayatkan Malaikat Jibril datang dan membacakan surah pertama dari Quran yang disampaikan kepada Muhammad, yaitu surah Al-Alaq. Muhammad diperintahkan untuk membaca ayat yang telah disampaikan kepadanya, namun ia mengelak dengan berkata ia tak bisa membaca. Jibril mengulangi tiga kali meminta agar Muhammad membaca, tetapi jawabannya tetap sama. Jibril berkata:

Allah SWT berfirman:

اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَ 

"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan,"(QS. Al-'Alaq 96: Ayat 1)

خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ 

"Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah."(QS. Al-'Alaq 96: Ayat 2)

اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُ 
"Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia."(QS. Al-'Alaq 96: Ayat 3)

الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِ 
"Yang mengajar (manusia) dengan pena."(QS. Al-'Alaq 96: Ayat 4)

عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا  لَمْ يَعْلَمْ 
"Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya."(QS. Al-'Alaq 96: Ayat 5)

Muhammad berusia 40 tahun 6 bulan dan 8 hari ketika ayat pertama sekaligus pengangkatannya sebagai rasul disampaikan kepadanya menurut perhitungan tahun Qamariah (penanggalan berdasarkan bulan), atau 39 tahun 3 bulan 8 hari menurut perhitungan tahun syamsiah atau tahun masehi (penanggalan berdasarkan matahari). Setelah kejadian di Gua Hira tersebut, Muhammad kembali ke rumahnya, diriwayatkan ia merasakan suhu tubuhnya panas dan dingin secara bergantian akibat peristiwa yang baru saja dialaminya dan meminta istrinya agar memberinya selimut.

Diriwayatkan pula untuk lebih menenangkan hati suaminya, Khadijah mengajak Muhammad mendatangi saudara sepupunya yang juga seorang Nasrani yaitu Waraqah bin Naufal seorang pendeta yang buta. Waraqah banyak mengetahui nubuat tentang nabi terakhir dari kitab-kitab suci Kristen dan Yahudi. Mendengar cerita yang dialami Muhammad, Waraqah pun berkata, bahwa ia telah dipilih oleh Tuhan menjadi seorang nabi. Kemudian Waraqah menyebutkan bahwa An-Nâmûs al-Akbar (Malaikat Jibril) telah datang kepadanya, kaumnya akan mengatakan bahwa ia seorang penipu, mereka akan memusuhi dan melawannya.

Ketika Waraqah wafat, firman Allah tidak datang-datang kepada Nabi Muhammad dalam kurun beberapa waktu. Yang mana membuat beliau begitu sedih, sampai-sampai beliau beranjak ke gunung tinggi dan mencoba bunuh diri. Namun di saat sesampainya di puncak, sebelum sempat melakukannya, Malaikat Jibril datang untuk meyakinkan beliau bahwa beliau adalah benar utusan Sang Ilahi. Sehingga beliau pun menjadi tenang dan mengurungkan niatnya. Dan ketika selang waktu turunnya ayat kembali menjadi lama, beliau pun kembali melakukan hal serupa. Akan tetapi ketika sesampainya di puncak, lagi-lagi Malaikat Jibril datang meyakinkan beliau bahwa beliau adalah utusan Sang Ilahi.

Muhammad menerima ayat-ayat Quran secara berangsur-angsur dalam jangka waktu 23 tahun. Ayat-ayat tersebut diturunkan berdasarkan kejadian faktual yang sedang terjadi, sehingga hampir setiap ayat Quran turun disertai oleh Asbabun Nuzul (sebab/kejadian yang mendasari penurunan ayat). Ayat-ayat yang turun sejauh itu dikumpulkan sebagai kompilasi bernama Al-ushaf yang juga dinamakan Al-Qur'an (bacaan).

Sebagian ayat Quran mempunyai tafsir atau pengertian yang izhar (jelas), terutama ayat-ayat mengenai hukum Islam, hukum perdagangan, hukum pernikahan dan landasan peraturan yang ditetapkan oleh Islam dalam aspek lain. Sedangkan sebagian ayat lain yang diturunkan pada Muhammad bersifat samar pengertiannya, dalam artian perlu ada interpretasi dan pengkajian lebih mendalam untuk memastikan makna yang terkandung di dalamnya, dalam hal ini kebanyakan Muhammad memberi contoh langsung penerapan ayat-ayat tersebut dalam interaksi sosial dan religiusnya sehari-hari, sehingga para pengikutnya mengikutinya sebagai contoh dan standar dalam berperilaku dan bertata krama dalam kehidupan bermasyarakat.

🌐 Dakwah Pertama Nabi Muhammad

Selama tiga tahun pertama sejak pengangkatannya sebagai rasul, Muhammad hanya menyebarkan Islam secara terbatas di kalangan teman-teman dekat dan kerabatnya, hal ini untuk mencegah timbulnya reaksi akut dan masif dari kalangan bangsa Arab saat itu yang sudah sangat terasimilasi budayanya dengan tindakan-tindakan amoral, yang dalam konteks ini bertentangan dengan apa yang akan dibawa dan ditawarkan oleh Muhammad.

Kebanyakan dari mereka yang percaya dan meyakini ajaran Muhammad pada masa-masa awal adalah para anggota keluarganya serta golongan masyarakat awam yang dekat dengannya di kehidupan sehari-hari, antara lain Khadijah, Ali, Zaid bin Haritsah dan Bilal. 

Namun pada awal tahun 613, Muhammad mengumumkan secara terbuka agama Islam. Setelah sekian lama banyak tokoh-tokoh bangsa Arab seperti Abu Bakar, Utsman bin Affan, Zubair bin Al Awwam, Abdul Rahman bin Auf, Ubaidah bin Harits, Amr bin Nufail yang kemudian masuk ke agama yang dibawa Muhammad. Kesemua pemeluk Islam pertama itu disebut dengan As-Sabiqun al-Awwalun atau Yang pertama-tama.

Dakwah secara terang-terangan ini selalu mendapatkan pertentangan oleh kaum Quraisy. Bahkan beberapa orang menuduh Nabi Muhammad gila dan melemparkan kotoran ke tubuh Nabi. Abu Jahal dan Abu Lahab sebagai pamannya bahkan juga ikut menentang Rasul selama berdakwah.

🕋.PERTENTANGAN DARI KAUM KAFIR QURAYS

Sekitar tahun 613 M, tiga tahun setelah Islam disebarkan secara diam-diam,Muhammad mulai melakukan penyebaran Islam secara terbuka kepada masyarakat Mekkah, respons yang ia terima sangat keras dan masif.Ini disebabkan karena ajaran Islam yang dibawa olehnya bertentangan dengan apa yang sudah menjadi budaya dan pola pikir masyarakat Mekkah saat itu. 

Pemimpin Mekkah Abu
Jahal menyatakan bahwa Muhammad adalah orang gila yang akan merusak tatanan hidup orang Mekkah. Akibat penolakan keras yang datang dari masyarakat jahiliyyah di Mekkah dan kekuasaan yang dimiliki oleh para pemimpin Quraisy yang menentangnya, Muhammad dan banyak pemeluk Islam awal disiksa, dianiaya, dihina, disingkirkan, dan dikucilkan dari pergaulan masyarakat Mekkah.

Walau mendapat perlakuan tersebut, ia tetap mendapatkan pengikut dalam jumlah besar. Para pengikutnya ini kemudian menyebarkan ajarannya melalui perdagangan ke negeri Syam, Persia, dan kawasan jazirah Arab. Setelah itu, banyak orang yang penasaran dan tertarik kemudian datang ke Mekkah dan Madinah untuk mendengar langsung dari Muhammad, penampilan dan kepribadian baiknya yang sudah terkenal memudahkannya untuk mendapat simpati dan dukungan dalam jumlah yang lebih besar. 

Hal ini menjadi semakin mudah ketika Umar bin Khattab dan sejumlah besar tokoh petinggi suku Quraisy lainnya memutuskan untuk memeluk ajaran Islam, meskipun banyak juga yang menjadi antipati mengingat saat itu sentimen kesukuan sangat besar di Mekkah dan Medinah. Tercatat pula Muhammad mendapatkan banyak pengikut dari negeri Farsi (sekarang Iran), salah satu yang tercatat adalah Salman al-Farisi, seorang ilmuwan asal Persia yang kemudian menjadi sahabat Muhammad.

Penyiksaan yang dialami hampir seluruh pemeluk Islam selama periode ini mendorong lahirnya gagasan untuk berhijrah (pindah) ke Habsyah (sekarang Ethiopia). Negus atau raja Habsyah, seorang Nasrani yang adil, memperbolehkan orang-orang Islam berhijrah ke negaranya dan melindungi mereka dari tekanan penguasa di Mekkah. Muhammad sendiri, pada tahun 622 hijrah ke Yatsrib, kota yang berjarak sekitar 200 mil (320 km) di sebelah Utara Mekkah.

🌐 Hijrah ke Madinah

Masyarakat Arab dari berbagai suku setiap tahunnya datang ke Mekkah untuk beziarah ke Bait Allah atau Ka'bah, mereka menjalankan berbagai tradisi keagamaan dalam kunjungan tersebut. Muhammad melihat ini sebagai peluang untuk menyebarluaskan ajaran Islam. Di antara mereka yang tertarik dengan ajarannya ialah sekumpulan orang dari Yatsrib. Mereka menemui Muhammad dan beberapa orang yang telah terlebih dahulu memeluk Islam dari Mekkah di suatu tempat bernama Aqabah secara sembunyi-sembunyi. Setelah menganut Islam, mereka lalu bersumpah untuk melindungi para pemeluk Islam dan Muhammad dari kekejaman penduduk Mekkah.

Tahun berikutnya, sekumpulan masyarakat Islam dari Yatsrib datang lagi ke Mekkah, mereka menemui Muhammad di tempat mereka bertemu sebelumnya. Abbas bin Abdul Muthalib, yaitu pamannya yang saat itu belum menganut Islam, turut hadir dalam pertemuan tersebut. Mereka mengundang orang-orang Islam Mekkah untuk berhijrah ke Yastrib dikarenakan situasi di Mekkah yang tidak kondusif bagi keamanan para pemeluk Islam. Muhammad akhirnya menerima ajakan tersebut dan memutuskan berhijrah ke Yastrib pada tahun 622 M.

Mengetahui bahwa banyak pemeluk Islam berniat meninggalkan Mekkah, masyarakat jahiliyah Mekkah berusaha mengcegahnya, mereka beranggapan bahwa bila dibiarkan berhijrah ke Yastrib, Muhammad akan mendapat peluang untuk mengembangkan agama Islam ke daerah-daerah yang jauh lebih luas. Setelah selama kurang lebih dua bulan ia dan pemeluk Islam terlibat dalam peperangan dan serangkaian perjanjian, akhirnya masyarakat Muslim pindah dari Mekkah ke Yastrib, yang kemudian setelah kedatangan rombongan dari Makkah pada tahun 622 dikenal sebagai Madinah atau Madinatun Nabi (kota Nabi).

Di Madinah, pemerintahan (kekhalifahan) Islam diwujudkan di bawah pimpinan Muhammad. Umat Islam bebas beribadah (shalat) dan bermasyarakat di Madinah, begitupun kaum minoritas Nasrani dan Yahudi. Dalam periode setelah hijrah ke Madinah, Muhammad sering mendapat serangkaian serangan, teror, ancaman pembunuhan dan peperangan yang ia terima dari penguasa Mekkah, akan tetapi semuanya dapat teratasi lebih mudah dengan umat Islam yang saat itu telah bersatu di Madinah.

🌐 Pembebasan Mekkah

Tahun 629 M, tahun ke-8 H setelah hijrah ke Madinah, Muhammad berangkat kembali ke Makkah dengan membawa pasukan Muslim sebanyak 10.000 orang, saat itu ia bermaksud untuk menaklukkan kota Mekkah dan menyatukan para penduduk kota Mekkah dan madinah. Penguasa Mekkah yang tidak memiliki pertahanan yang memadai kemudian setuju untuk menyerahkan kota Makkah tanpa perlawanan, dengan syarat kota Mekkah akan diserahkan tahun berikutnya. Muhammad menyetujuinya, dan ketika pada tahun berikutnya ketika ia kembali, ia telah berhasil mempersatukan Mekkah dan Madinah, dan lebih luas lagi ia saat itu telah berhasil menyebarluaskan Islam ke seluruh Jazirah Arab.

Muhammad memimpin umat Islam menunaikan ibadah haji, memusnahkan semua berhala yang ada di sekeliling Ka'bah, dan kemudian memberikan amnesti umum dan menegakkan peraturan Islam di kota Mekkah.

🕋.KEMATIAN

Pada bulan Juni 632 M, dia mengalami sakit ketika tengah berada di rumah Maimunah namun kemudian meminta pindah ke rumah Aisyah. Setelah sebelumnya mengalami demam dan beberapa kali pingsan, dia meminta kepada Abu Bakar untuk menggantikannya mengimami jamaah. Diapun akhirnya meninggal dalam pangkuan Aisyah dan jenazahnya dikuburkan di rumah istrinya tersebut.

🕋.MUKJIZAT

🌐 Kenabian

Seperti nabi dan rasul sebelumnya, Muhammad diberikan irhasat (pertanda) akan datangnya seorang nabi, seperti yang diyakini oleh umat Muslim telah dikisahkan dalam beberapan kitab suci agama samawi, dikisahkan pula terjadi pertanda pada masa di dalam kandungan, masa kecil dan remaja. Muhammad diyakini diberikan mukjizat selama kenabiannya.

🌐 Al-Qur'an

Umat Muslim meyakini bahwa mukjizat terbesar Muhammad adalah kitab suci umat Islam yaitu Al-Qur'an. Hal ini disebabkan karena masa itu kebudayaan bangsa Arab yang sedang maju adalah dalam bidang ilmu sastra, khususnya bahasa dan syair. Dikatakan sebagai mukjizat karena Al-Quran dianggap memiliki tatanan sastra Arab tingkat tertinggi yang disampaikan oleh seorang buta huruf, dan setiap mukjizat yang dibawa oleh para rasul selalu menandingi arah gejala (tren) yang sedang ramai. Kemudian Al-Qur'an juga mengubah total segi kehidupan bangsa Arab dengan membawa banyak peraturan keras untuk menegakkan dasar-dasar nilai budaya baru, yang sebelumnya moral dan perilaku mereka sangatlah rusak, seperti menyembah berhala, berjudi, merampok, membunuh anak-anak karena takut akan kemiskinan dan kelaparan, minum-minuman keras, saling berperang antarsuku dan lain-lain.

🌐 Isra Dan Mi'raj

Mukjizat lain yang tercatat dan diyakini secara luas oleh umat Islam adalah terbelahnya bulan serta perjalanan Isra dan Mi'raj dari Madinah menuju Yerusalem dalam waktu yang sangat singkat. Kemampuan lain yang dimiliki Muhammad adalah kecerdasan serta kepribadiannya yang banyak dipuji serta menjadi panutan para pemeluk Islam hingga saat ini.

🕋 SYAMAIL MUHAMMADIYAH

Beberapa hadis meriwayatkan beberapa ciri fisik yang diceritakan oleh para sahabat dan istrinya. Beberapa riwayat menyebutkan bahwa Muhammad berperawakan sedang, berkulit putih kemerahan, berjanggut tipis, dan digambarkan memiliki fisik yang sehat dan kuat oleh orang di sekitarnya. Riwayat lain menyebutkan Muhammad bermata hitam, tidak berkumis, berjanggut sedang, serta memiliki hidung bengkok yang sesuai dengan ciri antropologis bangsa Semit pada umumnya.

Sifat-Sifat Fisik Nabi Muhammad SAW

Nabi Muhammad adalah sosok laki-laki yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

1. Warna kulit cemerlang (putih terang lebih cenderung ke warna merah).
2. Berdahi lebar.
3. Kedua matanya sangat hitam dan lebar (ada yang berpendapat tidak terlalu hitam).
4. Bulu matanya panjang.
5. Renggang giginya.
6. Lebat jenggotnya.
7. Besar pundaknya.
8. Lebar telapak tangan dan kakinya.
9. Tinggi badannya standar, artinya tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek.
10. Rambutnya tidak terlalu lurus dan tidak terlalu keriting, panjang rambutnya mencapai kedua pundaknya.
11. Jika berbicara, seolah-olah cahaya keluar dari gigi serinya.
12. Padat kepalanya.
13. Memiliki bulu lembut yang memanjang dari dada sampai pusar.
14. Ketika berjalan, beliau kelihatan kuat seolah melewati tanah yang menurun.
15. Wajahnya memancarkan cahaya bagaikan bulan purnama.
16. Suaranya sangat enak didengar.
17. Rata pipinya.
18. Lebar mulutnya.
19. Rata perut dan dadanya.
20. Sangat masyhur kedua pundak dan tangannya.
21. Tinggi dada sepanjang kedua lengan bawahnya.
22. Luas telapak tangannya.
23. Sedikit daging tumitnya.
24. Penutup kenabian bagaikan cahaya kamar mempelai dan telur burung merpati.
25. Jika beliau berjalan, seolah-olah tanah terdiam, orang-orang pun menguatkan sarung busurnya meskipun beliau tidak pernah menyusahkan.
26. Beliau pernah mengurai rambutnya kemudian membelahnya, beliau juga selalu menyisirnya dan mengurai jenggotnya.
27. Beliau terbiasa untuk memakai celak setiap malam di setiap sisi kedua matanya saat hendak tidur.

Jabir bin Samurah meriwayatkan:
“Aku pernah shalat bersama Nabi saw, tatkala beliau menemui keluarganya, kau mengikutinya. Beliau pun disambut dua anak kecil. Maka beliau mengusap kedua pipi salah satu mereka. Ia melanjutkan : “Adapun aku, beliau juga mengusap pipiku.’ Ia melanjutkan : “Aku pun menjumpai hawa dingin dan bau wangi yang seolah keluar dari tangan beliau.”(HR. Muslim).

Anas mweriwayatkan seraya berkata:
“Rasulullah memiliki kulit cerah, keringatnya bagai mutiara. Ketika beliau berjalan selalu seimbang, engkau tiada menemui kain sutra yang melebihi lembutnya telapak tangan beliau dan engaku tidak akan mencium minyak wangi yang melebihi wanginya bau yang keluar dari tubuh beliau.”(HR. Muslim).

Rabiah bin Abu Abdirrahman meriwayatkan bahwasanya ia mendengar Anas bin Malik menyifati Rasulullah seraya berkata:
“Rasulullah tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah, kulitnya cerah, tidak terlalu putih dan tidak terlalu gelap, beliau tidak berambut keriting, rambutnya bagai cucu seseorang yang masih kecil, padahal usia beliau telah mencapai empat puluh tahun. Beliau tinggal di Makkah selama sepuluh tahun dan di Madinah selama sepuluh tahun. Ketika beliau wafat, tidak ditemui pada rambut kepala dan jenggotnya, melainkan hanya dua puluh helai uban.” Rabiah melanjutkan: “maka aku melihat salah satu rambutnya berwarna merah, aku pun bertanya tentang hal itu. Dan dikatakan bahwasanya merah rambutnya disebabkan pengaruh minyak wangi.”
(HR. Bukhari dan Muslim).

Abu Rhufail meriwayatkan seraya berkata:“Aku pernah melihat Rasulullah. Waktu itu tiada yagn meliaht beliau selain aku.’ Al-Jariri berkata kepadanya : “Bagaimana engkau melihat beliau?” Ia menjawab : “Beliau berkulit cerah, elok dipandang,d an bertubuh ideal.”
(HR. Muslim).

Barra meriwayatkan seraya berkata:
“Aku tidak pernah melihat rambut yang lebih baik dari rambut Rasulullah. Rambutnya memanjang sampai pundak, pundaknya saling berjauhan (dadanya lebar), tidak terlalu tinggi tubuhnya dan tidak terlalu pendek.”
(HR. Muslin dan Turmudzi).

Diriwayatkan dari Barra’ juga bahwa sanya Rasulullah memiliki wajah yang terbaik, fisik terbaik, dan tidak terlalu tinggi ataupun terlalu rendah.”
(HR. Bukhari dan Muslim).

Abuk Ishaq meriwayatkan bahwa sanya Barra’ pernah ditanya:
“Apakah wajah Rasulullah bagaikan kiltan pedang?” Ia pun menjawab : “Tidak, bahkan bagai rembulan.”
(HR. Bukhari dan Turmudzi).

Abu Sa’id al-Khudri meriwayatkan bahwasanya Rasulullah lebih pemalu dibandingkan gadis yang berada dalam pingitannya.”
(HR. Mukharai).

Ibnu Abbas meriwayatkan bahwasanya Rasulullah pernah mengurai rambutnya, sedangkan saat itu kaum musyrikin membelahj rambut mereka, dan Ahli Kitab mengurai rambut mereka. Rasulullah sendiri lebih suka menyerupai Ahli Kitab dalam hal yagn tidak ada perintah di dalamnya. Setelah itu beliau membelah rambutnya.
(HR. Bukhari dan Muslim).

Abdullah bin Ka’ab meriwayatkan bahwa ia telah mendengar Ka’ab bin Malik berkata saat tidak ikut dalam Perang Tabuk: “Maka ketika aku memberi salam kepada Rasulullah, beliau tampak bahagia. Ketika beliau bahagia, wajahnya bercahaya bagaikan bulan. Kami semua mengetahi hal itu.”
(HR. Bukhari).

Anas bin Malik meriwayatkan bahwasanya Rasulullah mendatangi kami, kemudian beliau bersabda sampai keluar keringatnya. Lalu, ibuku datang membawa panci sehingga keringat beliau bercucuran di dalamnya. Setelah itu, beliau berdiri dan bersabda:
“Wahai Ummu Sulaim! Apa yang engkau lakukan?” Ia pun menjawab: “Ini adalah keringatmu yang kami jadikan minyak wangi.”
(HR. Muslim).

Dalam riwayat lain disebutkan bahwasanya Nabi saw, terkejut, bersabda:
“Apa yang engkau lakukan, wahai Ummu Sulaim!” Ia pun menjawab : “ Wahai Rasulullah! Kami mengharap berkah untuk anak-anak kami.” Beliau pun bersabda : “Engkau benar.”
(HR. Muslim).

🕋. PERNIKAHAN

Selama hidupnya Muhammad menikah dengan 11 atau 13 orang wanita (terdapat perbedaan pendapat mengenai hal ini). Pada umur 25 Tahun ia menikah dengan Khadijah, yang berlangsung selama 25 tahun hingga Khadijah wafat.Pernikahan ini digambarkan sangat bahagia,sehingga saat meninggalnya Khadijah (yang bersamaan dengan tahun meninggalnya Abu Thalib pamannya) disebut sebagai tahun kesedihan.

Sepeninggal Khadijah, Khawla binti Hakim menyarankan kepadanya untuk menikahi Saudah binti Zam'ah (seorang janda) atau Aisyah (putri Abu Bakar). Atas perintah Allah, Muhammad menikahi keduanya. Kemudian Muhammad tercatat menikahi beberapa orang wanita lagi hingga jumlah seluruhnya sekitar 11 orang, sembilan di antaranya masih hidup sepeninggal Muhammad.

Para ahli sejarah antara lain Watt dan Esposito berpendapat bahwa sebagian besar perkawinan itu dimaksudkan untuk memperkuat ikatan politik (sesuai dengan budaya Arab), atau memberikan penghidupan bagi para janda (saat itu janda lebih susah untuk menikah karena budaya yang menekankan perkawinan dengan perawan).

🕋. PERBEDAAN NABI DAN RASUL

Dalam mengemban misi dakwahnya, umat Islam percaya seperti yang disebutkan di dalam Qur'an dan Hadis, bahwa Muhammad diutus Allah untuk menjadi nabi bagi seluruh umat manusia,sedangkan nabi dan rasul sebelumnya hanya diutus untuk umatnya masing-masing,Seperti halnya Nabi Musa yang hanya diutus untuk Bani Israil saja.

Sedangkan kesamaan ajaran yang dibawa Muhammad dengan nabi dan rasul sebelumnya ialah sama-sama mengajarkan keesaan Tuhan, yaitu kesaksian bahwa Tuhan yang berhak disembah hanyalah Allah.

Diriwayatkan pula bahwa Muhammad adalah orang yang percaya sepenuhnya dengan keesaan Tuhan. Ia hidup dengan cara amat sederhana dan membenci sifat-sifat tamak, angkuh dan sombong yang lazim di kalangan bangsa Arab saat itu. Ia dikenal menyayangi orang-orang miskin, janda-janda tak mampu dan anak-anak yatim serta berbagi penderitaan dengan berusaha menolong mereka. Ia juga menghindari semua kejahatan yang sudah membudaya di kalangan bangsa Arab pada masa itu seperti berjudi, meminum minuman keras, berkelakuan kasar dan lain-lain, sehingga ia dikenal sebagai As-Saadiq yang berarti "yang benar".


Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGENANG AKSI PEMBANTAIAN WESTERLING DI SULAWESI SELATAN

FOTO MILITER BELANDA DI PARE PARE

KORBAN EKSPEDISI BONI SULAWESI SELATAN