Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2024

ALAT MUSIK TRADISIONAL BORNEO

Gambar
ALAT MUSIK TRADISIONAL BORNEO Borneo (Kalimantan) 1956. Kelunaye, alat musik tiup tradisional Borneo. Koleksi Jabatan Muzium Sarawak. Alat musik instrumen tradisional Dayak Kalimantan dimainkan dengan cara ditiup, Alat ini dikenal dengan nama kelunaye (berawan), keledi (keluri) atau engkolorai (engkelurai). Alat musik ini memiliki enam sampai tujuh tabung bambu yang diikat dalam satu lingkaran, kemudian ujung ujung tabung yang terlihat merupakan buluh tertutup di tubuh atau dada angin labu. labu yang digunakan biasanya berdiameter delapan Sentimeter dan panjang buluh/bambu yang biasa digunakan ialah berkisar diantara 30 Sampai 60 sentimeter. tabung tabung bambu pada instrumen alat musik ini mampu menghasilkan lima suara berbeda saat digunakan 6 bambu, satu bambu tersisa berfungsi sebagai pengganda oktaf. jika digunakan 7 tabung bambu maka 1 bambu tidak berfungsi atau mengeluarkan suara. potret pria tua pada slide selanjutnya ia datuk moyang jau atau lebih dikena...

DAYAK KALIS KALIMANTAN

Gambar
DAYAK KALIS Dayak Kalis merupakan suku yang berada di Kecamatan Kalis, Kabupaten Kapuas Hulu- Kalimantan Barat.  Menurut Bapak Raymundus Rondi (Temenggung Suku Kalis), mengatakan bahwa “Dayak Kalis sebenarnya adalah sub Suku Dayak yang berdiam di sepanjang Sungai Kalis. Menurut sejarahnya, puak rumpun Tamanik ini telah mendiami wilayah batang Kalis sejak ratusan tahun silam, dan kini jumlah populasinya telah mencapai lebih dari 3.000 jiwa yang tersebar di beberapa wilayah Kecamatan Kalis. Masyarakat Suku Kalis yang sebelumnya dikenal dengan sebutan Suku Ruuk ini, dahulu sebenarnya berdiam di sepanjang Sungai Manday.  Namun karena ada perselisihan dan peperangan dengan masyarakat Dayak Kantuk, akhirnya mereka pindah ke daerah lebih hulu lagi (pedalaman). Dalam perjalanannya mereka menemukan Sungai  Kalis yang merupakan anak Sungai Manday yang bisa menjadi sumber penghidupan mereka. Sebelum terjadinya pemekaran wilayah menjadi Kecamatan Kalis, ada 5 (lima) desa ...

PERJANJIAN BONGAYA

Gambar
BONE PASCA PERJANJIAN BONGAYA(1669-1672) Pasca kemenangan atas Kesultanan Gowa pada tahun 1669, Arung Palakka melakukan transformasi mendasar terhadap struktur militer Kerajaan Bone. Reorganisasi ini menjadi fondasi penting bagi dominasi militer Bone di Sulawesi selama lebih dari dua dekade berikutnya. Pembentukan Pasukan Elit To Boni merupakan langkah pertama dan paling signifikan dalam reorganisasi ini. Arung Palakka membentuk unit khusus yang terdiri dari prajurit-prajurit terlatih dari berbagai kalangan bangsawan Bone dan pejuang berpengalaman. Unit ini mendapatkan pelatihan intensif dalam penggunaan persenjataan modern yang diperoleh melalui kerja sama dengan VOC, termasuk penggunaan senapan api dan meriam ringan. Standarisasi persenjataan dan peralatan tempur diterapkan untuk memastikan efektivitas dan efisiensi dalam pertempuran. Inovasi penting lainnya adalah pembentukan unit kavaleri elit. Arung Palakka menyadari pentingnya mobilitas dalam warfare di terrain Sulawe...

DAYAK NGAJU DAN DAYAK KENYAH MAHAKAM.

Gambar
DAYAK NGAJU DAN DAYAK KENYAH MAHAKAM. Terjadinya perang antar suku Dayak Ngaju dari Kahayan, Kalimantan Tengah dengan suku Dayak Kenyah Mahakam, Kalimantan Timur sebagai akibat adanya kesalah fahaman yang titik akar permasalahannya adalah memperebutkan lokasi tempat berusaha pengambilan (memanen) getah Nyatu. Lokasi tempat usaha pengambilan getah Nyatu ini sehari harinya adalah tempat usaha memanen getah Nyatu oleh orang Dayak Ngaju Kahayan. Lokasi tempat pengambilan getah Nyatu ini terletak di antara perbatasan wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur tepatnya di pegunungan Puruy Ayau dan Puruk Sandah. Di mana perang antar Suku Dayak ini semakin panas di kedua belah pihak dengan cara saling mengayau kayau.    Sehingga terjadi peristiwa yang di kenal dengan nama Kayau 100 yang artinya : Telah terjadi pertempuran /perang di Tumbang Tuan sebelah Udik Tumbang Toyus di Sei Barito Hulu atau pertempuran di Datah Nalau, Kalimantan Timur. Mengayau artinya: Memburu / ...

MENGENAL SUKU DAYAK

Gambar
MENGENAL SUKU DAYAK Ada yang bertanya apa maksud Dayak. Dayak itu istilah yang digunakan para pengkaji Eropah untuk menyebut suku asli di Pulau Borneo yang terdiri dari 405 sub suku dan Etnik. Dayak itu terdiri dari 7 rumpun besar seperti Dayak Iban, Dayak Bidayuh, Dayak Kenyah/Kayan (OU), Dayak Ot-Danum/Ngaju, Dayak Punan, Dayak Murut, Dayak Dusun/Kadazan.  Orang Inggeris tidak dapat menyebut nama setiap suku asli di Borneo maka digolongkan sebagai satu bangsa iaitu bangsa Dayak, bangsa Besar yang dikaitkan dengan budaya, adat, rupa dan sejarah yang hampir sama tapi dengan keunikan warisan kaum tersendiri mengikut etnik.  Bangsa Dayak juga disebut dengan istilah "Proto Dayak" yang berkongsi adat dan budaya dan mungkin juga berkongsi asal usul jalur keturunan yang mungkin sama. Pakar yang pertama menggunakan istilah "Proto Dayak" adalah Tom Harrison (1958) kurator Museum Sarawak dan Ahli Antropologi British yang terkenal yang pertama mengkaji penemuan ...

SUKU DAYAK PUNAN

Gambar
SUKU PUNAN ( DAYAK PUNAN ) Suku Punan ( Dayak Punan) merupakan salah satu suku rumpun Dayak yang terdapat di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah ,Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, hingga tersebar ke Sarawak, Sabah dan Brunei, mereka hidup berpindah-pindah mengikuti siklus migrasi hewan dan juga siklus tumbuhan di hutan. Suku Punan ini termasuk suku yang primitif, tinggal di goa-goa, anak-anak sungai, dan lain sebagainya. Populasi orang Punan paling banyak ditemui di Kalimantan Timur diperkirakan sejumlah 8.956 jiwa, tersebar pada 77 lokasi pemukiman, dan terpecah lagi dalam sub-sub kecil. "Konon menurut cerita yang belum diketahui alurnya, suku punan asal-usulnya datang dari negeri Yunan, daratan Cina. Mereka berasal dari salah satu keluarga kerajaan Cina yang kalah dalam berperang dan kemudian mereka lari bersama dengan perahu-perahu hingga ke Pulau Kalimantan. Karena merasa aman akhirnya mereka menetap di daratan tersebut. Namun, ada juga...